Pagi ini gue buka mata, gue pikir masih malem, habis lampu di kamar gue masih nyala. gue rasain udara juga masih dingin, bedcover masih ngebungkus badan gue kayak sosis solo minta dimakan. Pas gue mengumpulkn tenaga gue yang ada buat bangun dan buka jendela kamar... JGEEERRR... Hujan deras, langsung males gue keluar dari kamar, gue memutuskan buat tidur lagi dan kembali membungkus badan gue lagi. bodoh.
Tiga puluh menit kemudian, gue akhirnya keluar kamar melihat papa tersayang masih baca koran sambil tidur-tiduran di ruang tamu (adik-adik jangan dicontoh ya...). Gue baca Headline korannya... SBY MENGGANDENG BUDIYONO ...
ikiran gue langsung inget ke spanduk yang kemarin gue liat di bawah fly over pasar rebo 'Say no to Budiono, Say yes to Budi Anduk' (what the f***?!!) kasus yang gue tau dari berita tadi melem, waratawan lagi mengecam banget sama Budiono. Katanya salah seorang wartawan SCTV kepalanya berdarah karena tindakan perlindungan berlebihan satpam kantor BI, tempat di mana Budiono bekerja.
Jadi, kalau SBY mengajak Budiono (orang di luar parpol) sebagai cawapres akan menghasilkan reaksi publik seperti apa ya? Partai pendukung Demokrat menaku kecewa dengan keputusan SBY. terus kabar menyatkan, Megawati kembali ke 'teman' lamanya, prabowo.
Belum lagi kasus anatasari yang didua mengandung kospirasi politik. Adapun faktor-faktornya, penetapan antasari sebagai tersangan bukan keluar dari mulut kepolisian,tapi lagsung dari pihak kejaksaan. padahal, menrut hukum yang berlaku, kepolisianlah yan berak terlebih dahulu menyatakan bersalah atau tidaknya seseorang. walupun jaksa lebih tinggi posisinya daripada kepolisian. faktor lainnya, terlalu banyak fakta-fakta yang dipaksakan ada oleh para saksi penggugat.
makin seru, makin munafik.
itulah politik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar